
Hari sabtu (13/3) Inhilframe.com berkesempatan mengunjungi lokasi Sekolah Alam. yang didirikan oleh Yayasan Sahabat Qur’an Madani. Di Indonesia konsep Sekolah Alam sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, 22 tahun yang lalu, cikal bakal sekolah ini sudah mulai berdiri di Bandung dan Jakarta. Sekolah Alam adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Lendo Novo berdasarkan keprihatinannya akan biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau oleh masyarakat. Konsep kurikulum sekolah alam menurut Lendo mencakup pengembangan akhlak dengan metode ‘teladan’, pengembangan logika dengan metode action learning ‘belajar bersama alam’, pengembangan sifat kepemimpinan dengan metode ‘outbound training’ dan pengembangan mental bisnis dengan metode magang dan ‘belajar dari ahlinya’. Dalam pengaplikasiannya di daerah, Lendo Novo menghendaki agar setiap sekolah alam berbasis pada potensi daerah.
Sekolah Alam Sahabat Qur’an Madani ini berlokasi di Jalan Suhada II KM. 2,3 RT. 005 RW. 003 Parit 7 Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan. Untuk menuju lokasi, dari Jalan M. Boya menuju lokasi ini kita harus melalui 5 buah Jembatan. Sebelum Jembatan Parit 7, kemudian kita belok kanan melewati Jalan Suhada II. Dari Jalan Telaga Biru, kita harus menempuh jarak 2 Km lebih menuju lokasi ini. Di tepi Jalan Suhada ini kita akan melihat sebuah baliho pendaftaran siswa baru sekolah ini.
Kita perlu berjalan kaki beberapa meter lagi menuju gerbang sekolah. Sekolah ini didirikan bersamaan dengan sebuah Taman Bermain bernama Nihada (Niur Indragiri Suhada) Edu Park yang dipadukan dengan agrowisata berbasis komoditas Kelapa. Lokasi Sekolah ini sendiri berada di tengah-tengah kebun kelapa. Pemilihan kelapa sebagai isu kedaerahan yang cukup potensial di Inhil agaknya mengacu kepada salah satu pemikiran Lendo Novo yang menghendaki Pengembangan Sekolah Alam didasarkan pada potensi daerah.
Nihada Edu Park ini ini nantinya hanya dibuka pada long weekend yaitu sabtu dan minggu dan ini merupakan bagian dari kegiatan usaha sekolah. Di dalamnya kita bisa melihat beberapa fasilitas bermain untuk anak-anak yang satu sama lainnya dihubungkan dengan Jalan bersabut. Terdapat pula beberapa pondok kecil tanpa dinding yang bisa digunakan untuk kegiatan anak-anak. Sebuah pemandangan yang memberikan suasana nyaman. Pada saat tim Inhilframe.com berkunjung ke sini, masih ada beberapa bagian yang masih dalam proses pengerjaan.
Menurut informasi, sekolah ini akan mulai melaksanakan proses pembelajaran tahun ini. Untuk mengakomodir anak anak yatim dan kurang mampu, pengelola sekolah juga telah menyiapkan konsep “berbagi” agar mereka yang mengalami kesulitan ekonomi tetap bisa belajar di sekolah ini tanpa biaya sedikitpun. Selain itu akan dibuka juga kelas khusus setara SMP dengan konsep tahfiz dan wirausaha.
Sebagai wujud pemberdayaan masyarakat. Sekolah Alam ini juga akan menjadi menjadi mitra bagi UKM yang menggeluti bisnis perkelapaan dan ekonomi kreatif. Hal ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat untuk menjadikan kelapa sebagai bagian dari unit usaha sekolah alam.






